Data Sementara Santri yang Mendaftar Rapid Test Gratis Melalui Satgas PCNU Mempawah | Mempawah Satu

Data Sementara Santri yang Mendaftar Rapid Test Gratis Melalui Satgas PCNU Mempawah

18 June 2020, 12:29 PM
Foto : Satgas NU Kabupaten Mempawah dan wali santri 

MEMPAWAHSATU-Satuan Gugus Tugas Covid-19 NU Kabupaten Mempawah sampaikan data santri sementara yang telah mendaftar untuk mengikuti rapid tes gratis yang di fasilitasi oleh pemerintah daerah Kabupaten Mempawah Rabu (17/6/2020).

 Data santri sementara yang sudah masuk berjumlah sekitar 1.230 diantaranya bersumber dari pondok pesantren Raudatul Ulum I (49), Sidogiri (150), Darulluqoh Wada'wah (120), Lanbulan (93), Assyrojiah (181), Al-Muntahy (22), Syaichona Moh Kholil (39), Al-Amin (34), Miftahul Ulum / RU IV (42), Salafiyah Syafiiyah (10), An-Naqsabandiyyah (53), Mambaul Ulum (28), Al-Khoziny (3), Mambaul Ulum Malang (1), Daruttauhid (96), Nurul Hikmah (57),  Alfalah II (11), Lirboyo (39), Darussalam (2), dan pondok pesantren lainnya.

Ust. Holil yang merupakan salah satu koordinator satgas mengatakan bahwa pendaftaran yang di buka sejak tanggal 5 Juni 2020 yang lalu, sampai saat ini masih terus dibuka bagi santri yang hendak kembali ke pondok pesantrenya masing-masing, sampai menunggu intruksi dari ketua Tanfidziyah H.Kamaludin.

 Ia mengatakan "sudah sekitar 40 an santriwan dan santriwati  yang sudah kita lakukan rapid dan alhamdulillah mereka semua sudah sampai ke Pondok Pesantren masing-masing, dan sampai saat ini kami masih terus mendata santri yang akan melakukan rapid tes, sembari menunggu informasi dari wali santri terkait tanggal kepulangan mereka" tuturnya.

Tidak hanya data santri yang sudah terdaftar dan yang sudah rapid saja yang ia sampaikan bahwa, di hari jum'at tanggal 19/06/2020 akan ada santri yang juga akan di tes karena mereka akan kembali kepondok pesantrenya pada tanggal 20 dan 21.

Dalam kesempatan ini ust. Kholil kembali menyampaikan bahwa perlunya wali santri untuk menginformasikan tanggal kepulangan lebih awal kepada team satga, agar petugas tidak gelabakan untuk menjadwalkan santri yang akan di rapid nanti. pungkasnya

Editor : Cak Lihin

TerPopuler