Empat Generasi Muda NU Mempawah Sepakat Tolak RUU HIP. | Mempawah Satu

Empat Generasi Muda NU Mempawah Sepakat Tolak RUU HIP.

19 June 2020, 9:06 AM
Foto : Diskusi empat Generasi Muda NU Mempawah tolak RUU HIP


MEMPAWAHSATU-Keempat generasi muda NU Mempawah sepakat tolak RUU HIP yang sedang di gembar gemborkan oleh pemerintah saat ini. diskusi yang dilaksanakan alakadarnya itu, dilaksanakan di sebuah cafe yang terletak di perkotaan Kecamatan Sungai Pinyuh. diskusi inipun tidak sengaja dilaksanakan. Bermaksud untuk bertemu hanya sebatas ngopi biasa kemudian salah seorang dari empat pemuda tersebut bertanya masalah RUU HIP dan kamudian menjadi sebuah diskusi panjang. Kamis 18/06/2020.

Menurut Salihin (Komisioner Presiden Mahasiswa STAI Mempawah), penolakan tersebut bukan hanya dari kita saja, tetapi dari berbagai kalangan, bahkan PBNU sendiri sudah menyatakan sikap terkait RUU HIP. Selain itu aktivis, akademisi, Dosen dan purnawirawan juga sudah terang-terangan menolak RUU tersebut. Artinya dengan beberapa sikap di atas cukuplah menjadi dasar kuat untuk kami juga menolak RUU HIP itu, tentunya dengan beberapa pertimbangan dan kajian tentang pancasila dan UUD 1945.


"Kita kaji lebih dalam bahwa posisi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan aturan/norma yang  paling agung dan dasar falsafah Negara. Sehingga perumusan Pancasila pada tingkat norma UU menurunkan nilai Pancasila sebagai dasar falsafah bangsa dan merendahkan posisi Pancasila itu sendiri"

selain itu, Pancasila secara autentik ada dalam pasal UUD 1945. Sementara RUU HIP tak memperhatikan norma dalam Pasal 2 UUD 1945. "RUU HIP hanya melihat dan merujuk Pancasila 1 Juni 1945.  Tindakan ini seolah mendistorsikan Pancasila dan mengkhianati kesepakatan para pendiri bangsa yang mewakili seluruh komponen bangsa yang disepakati dalam berbagai dokumen autentik kenegaraan yang tercatat hingga saat ini". tegasnya

Menurut Musli (Kasatkorcab Banser Mempawah) bahwa Pancasila harus ditelaah secara teliti dan jeli, mulai dari kemerdekaan dan sejarahnya. pidato pendangan para pendiri bangsa, para tokoh bangsa dalam BPUPKI, Pidato Soekarno 1 Juni 1945, kesepakatan bulat pada Piagam Jakarta 22 Juni 1945, Pembukaan UUD 1945 serta Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang diterima secara bulat oleh DPR RI pada 22 Juli 1959.

Sementara itu, Musli berpandangan bahwa terkait  Pancasila adalah sesuatu yang tidak bisa di ganggu gugat lagi dan tidak perlu lagi dilakukan penafsiran atau definisi-definisi lain. Justru ini khawatir jika penafsiran terlalu banyak akan mengacaukan arti dari Pancasila.

Musleh Dema Stai Mempawah, beranggapan ada kekhawatiran yang sangat beralasan. UU HIP merupakan agenda menghidupkan kembali ajaran atau angin-angin Komunisme yang telah lama mati. menurutnya UU HIP itu sendiri sama sekali tidak merujuk pada Ketetapan MPR RI yang masih berlaku sampai saat ini.

Bahkan saya lebih beranggapan bahwa ada permainan politik dalam perencanaan undang-undang tersebut. (tambahnya)

"Kita bersepakat bahwa menolak dan meminta kepada DPR RI untuk mengkaji ulang Rencana tersebut agar kebijakan yang akan di ambil nantinya tidak membingungkan apalagi sampai merugikan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini". tutup Yusuf

TerPopuler