Ini Alasannya Mengapa DISDUKCAPIL Kabupaten Mempawah Batasi Pembuatan E-KTP Baru. | Mempawah Satu

Ini Alasannya Mengapa DISDUKCAPIL Kabupaten Mempawah Batasi Pembuatan E-KTP Baru.

12 June 2020, 3:04 PM

Foto: Penyerahan berkas yang dilakukan masyarakat kabupaten Mempawah terhadap petugas Desdukcapil untuk mendapatkan nomor antrian

MEMPAWAHSATU-Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Mempawah Batasi warga terkait perekaman baru E-KTP. Jum'at (12/06/2020).

Banyaknya warga yang berdatangan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Mempawah membuat petugas kualahan sehingga pembatasan pembuatan/perekaman pun dibatasi. pentingnya kepemilikan E-KTP bagi warga, sehingga terkadang warga sengaja datang lebih awal bahkan ada yang datang sejak pukul 05:30.

Salah seorang petugas mengatakan bahwa pada hari Rabu (10/06/2020) kemaren kami melakukan perekaman sebanyak 50 pendaftar baru, pengerjaannya sampai jam 6 sore.

Ia sampaikan bahwa banyak kendala dalam perekaman E-KTP saat ini salah satunya terkendala mesin yang umurnya sudah sangat tua. mengakibatkan kinerja mesin sangat lambat terkadang banyak perubahan dari data warga yang mendaftar.

Namun ia sampaikan bahwa untuk pembuatan KK atau pengambilan KTP dan lain-lain tetap bisa di laksanakan, "artinya selain pembuatan E-KTP yang baru belum bisa kita laksanakan lantaran kendala pada mesin tersebut". tegasnya

Petugas merasa serba salah karena permintaan sangat banyak, sementara kemampuan mesinnya terbatas. maka petugas atas dasar rapat internal membatasi hanya 40 orang pendaftar saja.

"Belum lagi masyarakat yang terkadang datang marah-marah bahkan ada yang pulang lantaran tidak kuasa menunggu antrian yang begitu banyak. dikira warga kita tidak kerja, bayangkan 50 perekaman saja bisa sampai seharian belum lagi terkadang mesin macet dan lain-lain." ungkapnya


Ia melanjutkan bahwa, "setiap hari kantor ini tidak pernah sedikit yang datang mendaftar. warga juga terkadang harus bolak balik dan antri seharian demi E-KTP dan hal-hal yang lain." tutupnya (rls)

Penulis : Lukman
Editor.    : Salihin

TerPopuler